Barangsiapayang bergantung kepada selain Allah, niscaya dia akan ditelantarkan. Sebab hanya Allah satu-satunya tempat berlindung, meminta keselamatan, dan tumpuan harapan. Allah, Rabb yang menguasai segenap langit dan bumi, tidak ada satupun makhluk yang luput dari kekuasaan dan ilmu-Nya. Segala manfaat dan madharat berada di tangan-Nya. Syeitanjuga sombong, Firman Allah QS 38 (Shaad) ayat :74, artinya " Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir". Firman Allah lainnya dalam QS 38:76, syeitan itu merasa dirinya lebih baik (QS 38 (shaad:76). Syeitan itu mengajak berselisih, mengajak pelit, kikir dan banyak lagi. "Sesungguhnya kita ini harus berserah diri kepada Allah untuk Dalamsegala cobaan, segeralah berlindung kepadanya, dengan berkata : ' Maria, bantulah aku '. Untuk melawan segala godaan, cukup untuk mengucapkan nama Yesus dan maria; dan jika godaan itu terus berlangsung, marilah terus mengucapkan Yesus dan Maria, dan Iblis tidak akan pernah dapat mengalahkan kita. 15. St. Tawakkalmerupakan implikasi langsung iman seorang hamba kepada Allah, maka tidak ada tawakkal tanpa iman demikian juga sebaliknya. Di dalam Al-Qur'an banyak ayat-ayat yang menyebutkan tentang tawakkal ini. Kata tawakkal yang menjelaskan tentang penyerahan diri kepada Allah Ta'ala tersebut dapat dijumpai pada beberapa surah dan ayat dari firman Kh6j1. Apa kata Ulama tentang minta pertolongan kepada Allah Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surat Al-Fatihah ayat 5إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ "Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan." Kita sebagai hamba Allah yang sangat lemah dihadapannya. Kita bisa hidup seperti ini juga karena kehendak Allah. Karena Allahlah apasaja apapun yang terjadi didunia yang tadinya tidak ada menjadi ada itu karena kekuasaan Allah azza wa jalla. Bumi dan langit beserta isinya yang tadinya tidak ada menjadi ada,bumi yang kokoh berdiri dan langit yang tetap bertengger tampa tiang terbentang luas tidak akan jatuh walaupun bumi bergetar hebat sehebat -hebatnya,kecuali Allah azza wa jalla menghendakinya. Apapun yang ada dan apapun yang terjadi didunia ini sudah pasti atas ijinnya. Tidak mungkin dan mustahil apapun yang terjadi didunia ini semunya bergerak Allah lah yang Maha Agung dan yang Maha kuasa yang mengendalikan semua ini. Kita sebagai makhluk yang diciptakannya sudah seharusnya banyak - banyak bersyukur atas semua nikmat yang kita rasakan ini. Menyembah kepada Allah azza wa jalla adalah wajib hukumnya karena kita diciptakan olehnya dan bukan oleh yang lain. Sedurhaka -durhakanya manusia adalah tidak menyembah kepadanya dan tidak menyelisihi semua perintahnya apalagi sampai menTuhankan yang selain Allah. Sesungguhnya Allah azza wa jalla adalah maha pencemburu apabila hambanya selalu berpaling hatinya dari semua perintahnya. Kita tidak selayaknya untuk sombong kepadanya karena jika Allah azza wa jalla menghendaki untuk menghancurkan dunia ini maka apa daya berhak untuk sombong itu hanya Allah saja. Tidak memohon dan tidak meminta pertolongan kepada Allah juga itu merupakan suatu kesombongan yang amat besar. Bisa saja karena segala bencana,segala wabah penyakit dan segala semakin banyaknya penderitaan yang dialami makhlukya di alam dunia karena akibat terlalu banyaknya kesyirikan,kesombongan,banyaknya kemaksiatan dan kedurhakaan kepadanya. Walaupun ada sebagian manusia yang menyembah kepadanya dalam melaksakan perintahnya akan tetapi hatinya tidak ikhlas dalam melaksanakannya, Hatinya penuh dengan kemunafikan,kesyirikan,kesombongan,ujub dan ingin dipuji. Dan Allah subhanahu wa ta'ala tidak menghendaki semua itu. Yang Allah inginkan adalah dalam menyembah kepadanya. Para hambanya itu tidak bercabang-cabang kemana - mana hatinya. Hanya Allah saja titik. tidak ada pertentangan dan tidak ada Allah dengan hati yang Ikhlas dan Rido. Allah tidak akan menurunkan siksaan wabah penyakit kepada suatu negeri apabila penduduknya banyak yang beriman kepada Allah dan Rasulnya. Turunnya siksaan wabah penyakit diseluruh penjuru negeri itu adalah merupakan suatu teguran kepada orang - orang yang tidak beriman kepadanya. Bahwa Allah itu maha kuasa atas segala untuk orang - orang yang beriman kepada Allah dan bentuk penderitaan,kesedihan dan kesusahan itu adalah salah satu bagian dari ujian dari Allah dan akan mendatangkan pahala jika kita ikhlas dan sabar dalam hanya bisa memohon dan meminta pertolongan dari Allah azza wa jalla. Karena kita yakin bahwa itu adalah bagian dari Takdirnya. Diterangkan dalam sebuah riwayat,dari Aisyah radhiyallahu anha, ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,tentang wabah penyakit yang tersebar diseluruh negeri,kemudian beliau memberitahu,bahwa wabah itu merupakan siksaan yang ditimpakan oleh Allah Ta'ala kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya,akan tetapi Allah Ta'ala menjadikannya sebagai rahmat bagi orang - orang yang beriman,maka seorang yang tetap tinggal pada suatu daerah yang kejangkitan wabah dan ia sabar serta hanya memohon kepada Allah kemudian sadar bahwa ia tidak akan tertimpa wabah kecuali Allah akan ia akan mendapat Pahala seperti Pahalanya orang yang mati syahid."Hadis Riwayat Imam Bukhari Kitab Riyadhus Shalihin halaman 61. Kita sebagai orang yang beriman tidak perlu waswas,tidak perlu panik,tidak perlu takut,tidak perlu bimbang,tidak perlu cemas,tidak perlu memborong makanan berlimpah -limpah,tidak perlu menimbun barang makanan diluar kewajaran,tidak perlu kesana kemari minta pertolongan hanya kepada Allah saja dengan penuh kesungguhan dan keyakinan. Ketauhilah bahwa wabah ini turun karena ada maksud Allah didalamnya. Allah yang menurunkannya pasti Allah juga yang menghentikanya. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-An’am Ayat 17 وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ "Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu." Maka hikmah dari semua ini adalah bahwa kita sebagai hamba Allah dan ciptaanya,sembahlah Allah dan taati semua perintahnya dan jauhi segala untuk banyak - banyak bertobat dan mulai membersihkan diri. Karena Allah sangat senang kepada hambanya yang pandai membersihkan diri. Jasmani bersih dan Ruhani ada manusia yang paling beruntung didunia ini selain dari pada yang ketika Allah mencabut ruh dari jasadnya sedangkan ia sedang berzikir hatinya kepada Allah yang maha Esa. Semoga Allah azza wa jalla selalu melindungi kita dari segala wabah, menyembuhkan kepada orang - orang yang sudah tertimpa wabah dan meningkatkan keimanan kita اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ “Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada tiada Tuhan melainkan Engkau, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu" Ibadah Isti’dzah Isti’adzah adalah meminta perlindungan kepada sesuatu yang mampu melindungi orang tersebut dari segala bahaya. Orang yang berlindung ini menyerahkan keselamatannya kepada sesuatu yang dimintai perlindungan. Isti’adzah ini adalah salah satu jenis ibadah yang tidak boleh dipalingkan atau diberikan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dalilnya ? Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ “Katakanlah aku berlindung kepada rabb yang menguasai subuh” QS. al Falaq 1 Dan Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman, قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ “Katakanlah “Aku berlindung kepada Rabb yang memelihara dan menguasai manusia” QS. AnNas 1 Makna Ayat Kedua ayat ini menerangkan bahwa isti’adzah atau meminta perlindungan itu ditujukan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak boleh seseorang ber isti’adzah atau meminta perlindungan kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Barangsiapa yang meminta perlindungan kepada kuburan atau berhala atau apa saja selain Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka ia telah menjadi orang yang musyrik menduakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam ibadah. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا “Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari kalangan jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” QS. al Jinn 6 Cara Berlindung Isti’adzah Yang Benar Berkata Dr. Shalih al Fauzan _hafidzahullah_ “Dahulu orang-orang jahiliyah jika mereka tiba di sebuah tempat, maka salah seorang mereka mengatakan “Aku berlindung dengan pimpinan dari lembah ini”. Yang dia maksudkan adalah Jin yang paling besar dan psling kuatnya. Dia berlindung dengan jin tersebut untuk menghindarkan diri dari kejelekan para pengikutnya. Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam rangka untuk membantah hal tersebut dan menjelaskan apa yang disyariatkan sebagai pengganti amalan jahiliyah tadi, مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِك “Barangsiapa yang turun di sebuah tempat, kemudian dia berdo’a, َ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah Yang Sempurna dari kejelekan makhluk yang Dia ciptakan” Maka tidak akan ada sesuatupun yang dapat membahayakannya sampai dia meninggalkan tempat tersebut”. HR. Muslim 2708 dari hadits Khaulah bintu hakim _radhiyallahu anha Inilah pengganti cara beristi’adzah yang benar yaitu berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna sebagai pengganti dari berlindung kepada para jin [ Syarh al Ushul Ats Tsalatsah karya Dr. Shalih al Fauzan hal, 147-148 Sumber rujukan Syarh Tsalatsatil Ushul karya Syeikh Utsaimin Syarh al Ushul Ats Tsalatsah karya Dr. Shalih al Fauzan Wallahu a’lam Abu Ubaidillah al Atsariy Muharram 1438 Jakarta - Surah An-Nas adalah surah ke-114 dan menjadi surah penutup dalam mushaf Al-Quran. Surah An-Nas diturunkan bersamaan dengan surah Al-Falaq sehingga disebut juga dengan Al-Mu' dari enam ayat, surah An-Nas tergolong dalam surah Makkiyah. An-Nas artinya manusia, kata An-Nas diambil dari ayat pertama surah penjelasan tentang manusia, selain surah An-Nas, manusia juga disebutkan dalam ayat Al-Quran lain. Salah satunya adalah surah An-Nisa ayat 1 yang berbunyiيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًاArtinya "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." QS. An-Nisa 1Berikut ini surah An-Nas Ayat 1-6, Arab, latin dan terjemahannyaقُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ - ١Arab-latin qul a'ụżu birabbin-nāsArtinya "Katakanlah, "Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,"مَلِكِ النَّاسِۙ - ٢Arab-latin malikin-nāsArtinya "Raja manusia,"اِلٰهِ النَّاسِۙ - ٣Arab-latin ilāhin-nāsArtinya "sembahan manusia,"مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ - ٤Arab-latin min syarril-waswāsil-khannāsArtinya "dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi,"الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ - ٥Arab-latin allażī yuwaswisu fī ṣudụrin-nāsArtinya "yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia,"مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ ࣖ - ٦Arab-latin minal-jinnati wan-nāsArtinya "dari golongan jin dan manusia."Makna dan tafsir dari surah An-Nas ayat 1-6 menurut Tafsir Kemenag ialah dalam ayat tersebut Allah memerintahkan Nabi Muhammad termasuk umatnya agar memohon perlindungan kepada Tuhan yang menciptakan hingga menjaga kelangsungan hidup manusia dengan nikmat dan kasih sayang-Nya serta memberi peringatan kepada mereka dengan manusia ialah yang mengatur semua urusan mereka dan Dia Maha kaya sehingga tidak membutuhkan mereka. Sembahan manusia, Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah Tuhan yang patut disembah dan diminta berlindung kepada Allah dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi pada diri manusia dan selalu bersamanya layaknya darah yang mengalir di dalam tubuhnya. Yang membisikkan kejahatan dan kesesatan ke dalam dada manusia dengan cara yang halus, lihai, licik dan menjanjikan secara SWT menerangkat dalam ayat terakhir surah An-Nas tentang godaan tersebut, yakni bisikan setan yang tersembunyi yang ditiupkan ke dalam dada manusia yang mungkin datangnya dari jin. Dan juga dari golongan manusia yang telah menjadi budak amalkan membaca surah An-Nas agar terhindar dari godaan setan dan juga jin. Simak Video "Permintaan Maaf Wanita Simpan Al-Qur'an Dekat Sesajen-Akui Tertarik Islam" [GambasVideo 20detik] lus/row